Sabtu, 06 September 2014

Resto n Bar The sunan Hotel (Solo)

Yak, post pertama nih. Maaf ya lamaaa banget jaraknya dari post yg awal. Maklum kadang niat tak sejalan dengan rasa males, hehe

Kali ini kami jalan ke daerah Solo, nemenin kakak tercinta nonton band favoritnya KLa Project. Nah sambil nunggu waktu konsernya nih,, kita makan dulu di restonya.. Menunya sih lumayan banyak, mulai dari Indonesia, Asia, sampai Barat.. Let's cek this out

Ramen Pedas (55rb)

Isinya lumayan lengkap, ada telur, nori, udang sama sayuran. Tapi rasanya ga sedasyat tampilan sama namanya, soalnya nggak pedes. Bumbunya juga nggak begitu kerasa. Di situ disediain bumbu tambahan sih, tapi tetep ga bisa nolong rasanya.

Nasi Goreng Iga (80rb)

Kalo ini, rasanya oke banget. Bumbunya terasa dan ga banyak minyak, cuma iganya kecil banget, agak kurang pas sama harga.

Salad buah (55rb)

Salad buahnya okelah, varian buahnya lumayan lengkap dan isinya juga banyak. Cocok buat penutup makan, tapi nggak bisa disebut makanan penutup juga sih, soalnya banyak banget porsinya.

Mix juice (37rb)

Jus dengan campuran apel, jeruk dan wortel ini memang oke banget buat temen makan, manisnya pas jadi bikin enak dan sehat tentunya.

Pada dasarnya makanan di The Sunan Hotel, Solo sudah oke, tapi rasa di berapa makanan musti di tingkatkan, porsi juga musti di pertimbangkan lagi, biar pas.. Pelayanannya lebih perhatian lagi ya sama konsumen, soalnya tempatnya gede tapi pelayannya cuma ngumpul di satu tempat aja. Jadi agak susah kalo mau panggil. -Sekian-

Kamis, 17 Juli 2014

Salam Perkenalan Pasukan Kuliner




Selamat bergabung para Pasukan..
Jogja kota pelajar, namun sepertinya sekarang bisa disebut Jogja Kota Kuliner. Mulai kuliner yang standar derah istimewa (gudek, dkk) sampai yang luar biasa nyentrik. Post pertama ini, kami ingin memperkenalkan bahwa Pasukan Kelaparan bukanlah sebuah promo tentang tempat makan atau apalah itu namanya. Namun kami mencoba memberikan pendapat kami yang sejujur-jujurnya tentang tempat makan yang jumlahnya seabreg di jogja (domisili penulis). Walau tidak menutup kemungkinan kuliner daerah lain juga akan kami bahas.

Lidah kami, sudah pasti tidak bisa disandingkan dengan keampuhan lidah pak Bondan Winarno "Mak Nyuss". Namun kami mencoba berbicara dari sudut pandang seorang awam yang berbicara dengan hati, jiwa dan raga sebagai penggemar berat kuliner alias dari sudut pandang pribadi saja. Akan tetapi kami akan berusaha menjauhi subyektifitas dan menjadi seobyektif mungkin.

Kami harap, blog ini bisa membantu para Pasukan untuk melakukan Jelajah Kuliner ke segala penjuru agar acara makan tidak hanya sekedar urusan perut.